6 Posisi Hubungan Intim yang Aman Saat Hamil

Mungkin ibu hamil banyak mempertanyakan perihal hubungan intim saat masa kehamilan aman atau tidak. Dan jawabannya adalah hubungan intim saat hamil tidak akan membayakan selagi tidak dilakukan ketika trimester pertama. Karena di usia ini kehamilan sangat rentan guncangan.

posisi hubungan intim yang aman saat hamil

Walaupun di trimester kedua hubungan intim dilakukan, namun yang perlu diketahui adalah bahwa ibu hamil dan suami tidak boleh melakukannya dengan sambarangan. Ada beberapa posisi yang memang pas dan aman dilakukan untuk anda yang tengah ada dalam masa kehamilan trimester kedua, di antaranya :

Woman on top

Posisi ini tidak dilakukan sembarangan, wanita akan tetap berada di atas dan memegang kendali.

Spooning

Posisi ini dilakukan dimana sang istri dan suami tidur miring dengan suami yang ada di belakang istrinya. Penetrasipun dilakukan dengan cara menyamping yang tak akan memberikan gangguan pada perut sang istri.

Di tepi kasur

Sang istri akan tidur di tepai kasur dengan kakinya yang menjuntai ke lantai, sedangkan sang suami akan berdiri di depannya (mirip missionary). Disini, suami memegang kendali saat dalam penetrasi tanpa menimbulkan gangguan pada perut.

Baca juga : 4 Trend Fashion yang Berdampak Buruk Bagi Wanita

Duduk

Posisi ini bisa dilakukan di sofa dengan sang suami yang duduk terlebih dahulu, kemudian sang istri di pangkuannya. Posisi ini dilakukan tanpa menimbulkan tekanan pada perut.

Modifikasi missionary

Dalam posisi ini, sang istri harus berbaring, kemudian suami akan melakukan penetrasi dari depan. Namun, suami tidak menindih sang istri untuk menghindari tekanan pada perut sang istri.

Doggy style

Walaupun dikatakan sebagai salah satu posisi yang bahaya dilakukan ketika hamil, namun rupanya doggy style ini akan memberikan rasa nyaman dengan menghindari tekanan berat badan pria bagi sang istri yang tengah mengandung.

Jadi, ibu hamil tak perlu takut atau bingung jika suami atau mungkin anda sendiri ingin melakukan hubungan intim pada masa kehamilan trimester kedua. Atau mungkin, untuk informasi yang lebih detailnya, anda bisa konsultasikan terlebih dahulu pada dokter kandungan. Semoga bermanfaat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *